meskipun kurang jelas
ia masih ingat bahwa
tempat ia bermaun
sesama kanak-kanak
lalah plaza yang kini
diapit jalan itu
sehingga sukar baginya
untuk membayangkan kembali
bagaimana ia bisa
mengembalakan domba-dombanya
di tangah-tengah
jalan raya

karya: Eka Budiman

🙂